Aku, Cinta, dan Malaikatku


Puisi ini ditulis oleh pada
10 November 2006 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.40 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Teruntuk Bunda Tersayang :
Maafkan kesalahan ananda :(

Aku, Cinta, dan Malaikatku

1
Malam ini kau hadir lagi bersama keangkuhan diriku
Hanya senyum tanpa interupsi
Namun demi Cinta !!
Kudengar kicau riuh burung pipit surga dalam lemah suaramu
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu
Kurasakan gelora semesta dalam hangat senyummu
Kaulah Malaikatku ?.

2
Bahagia dan kerajaannya adalah tasbih suci malaikatku di ujung ujung malam
Duka dan mahkotanya adalah haram dalam setiap tetes air matanya
Terus memintal benang benang emas dalam tenunan air sungai hijau

3
Malaikatku adalah harum bunga anggrek biru musim semiku
Tungku tungku pemanas dalam musim dinginku
Senandung rindu di musim gugurku
Dan bukanlah fatamorgana yang menipu musafir dimusim panasku

4
Namun demi Cinta,
Cinta adalah musim itu sendiri
Dan musim adalah waktu
Dan waktu seperti setan mengubah putih menjadi hitam
Menaburkan benih benih ilalang di padang rerumputan
Dan Malaikatku pun tertinggal di lembaran-lembaran lusuh

5
Hingga aku terbang dengan sayap sayap cupid
Berkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan cinta tanpa Cinta
Dan sayap sayapku patah karena panah cintaku sendiri

6
Dalam redup pijar lilin
Malaikatku tertelungkup dengan tangan diwajahnya
Melepuhkan patung patung emas sepuhan
Mengirimkan sejuta kupu-kupu
Untuk membawaku kembali

7
Di lembaran-lembaran lusuh dan lilin yang tinggal sepenggal
Dalam riuhnya kicau burung pipit surga dan jejak jejak kecil
Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman malaikatku
Tanpa musim tanpa waktu

8
Dan malam ini aku hadir lagi bersama malaikatku
Hanya kaku tanpa kata
Namun Demi Cinta!!
Aku akan mengerti ?.

Malang, April 2003

taken from: sajak-sajak saza

Torehan puisi-puisi lainya :

    Sayap-sayap kecil by raihana ziva (1 comments)
    sayap-sayap kecil.. baru kemarin kau singgah lalu kau curi hatiku sejak hari itu kau rajaku dan aku …

    Untuk Kita & Generasi Selanjutnya by bocah lemah (0 comments)
    Argumen indahmu memusnahkan Benak & logika Argumen indahmu menenggelamkan Asa jutaan jiwa Mengim …

    Arti Cinta (menurutku) by Galang (4 comments)
    Banyak orang yang menafsirkan arti cinta… Dari Kahlil gibran, Chairil anwar, Guru Bahasa, Sampai P …

    Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan by WebAdmin (1 comments)
    Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah …

    Kabarkan Padaku by Johannes Sugianto (13 comments)
    pastilah terselip di halaman buku rindu yang sering kau terima entah saat matahari baru merekah atau …

    Percuma Bersenandung Lagu Indonesia Raya by bocah lemah (3 comments)
    Sorot tajam mata Sang Garuda sudah tiada, Hanya ada tetesan air di bawah matanya… Bukan karna tete …

    SURAT UNTUK KEKASIH by Karuna (0 comments)
    Jadi inikah sepasang sayap yang kau kirimkan kepadaku sebaris rasa sepi yang tajam memahat dinding d …

    Tanpa Judul by WebAdmin (0 comments)
    Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis hari-h …

    Keputusan by Farhana (0 comments)
    Pagi itu seribu cemas menunggu akhir pos kesatu Lembaran ketukan palu dimakmumkan ribuan orang yang …

    Tentang Cinta… by lembayung (0 comments)
    Apakah seperti angin….. yang kan berhembus lembut membelai tiap helai dedaun… ataukah selayak be …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta

Leave a Reply