November 2006

tanpa|juduL

November 29, 2006

Hamparan biru langitmu menebarkan berjuta warna Yang menggoda kesunyianku untuk kesekian kalinya Aku bosan??………!!!!!!!!!!!!!! Dengan kilau mentari Yang membakar hijau rumput Terik ????.!!!!!!!!!!!!! Panas???!!!!!!!!!! ! Seperti gerahnya penatianku Akan sesuatu yang tak pasti……… Entah mengapa?..??? Lukisan pelangi Tak lagi terlihat indah Seperti dulu……… Letihku terangkum dalam sesak suasanaku Yang kau taburkan disetiap lekuk senyummu Juga [...]

Read the full article →

Protected: Lemari Tiga Pintu

November 28, 2006

There is no excerpt because this is a protected post.

Read the full article →

Beristirahatlah Hati

November 27, 2006

: bundasayang,bunda inez sayang, sudah kusiapkan ranjang nyaman lengkap dengan bantal dan guling yang wangi rebahlah sejenak di sini biar lepas segala penat dan letih kuusap airmatamu yang cembungkan kelopak indahmu kubelai legam rambutmu agar kau terlelap buai angin kan membuatmu terlupa pada luka yang selalu menganga istirahatlah manis, selamat tidur, mimpi indah . . [...]

Read the full article →

aku juga mencintaimu..

November 21, 2006

aku bukanlah para pemuja-pemuja wanita seperti mereka, yang kan mengagung agungkan kecantikanmu dari keindahan dunia ini dan aku bukanlah para pendusta yang kan mampu menyebunyikan perasaanku padamu.. perasaan para penyair ketika menemukan dunia baru peasaan para penyair saaat menemukan syair yang begitu indah. dan engkaulah syait itu syair yang kekal.. syair yang teramat indah, dan [...]

Read the full article →

Bulan sabit tak seindah senyummu

November 14, 2006

Lengkung di langit malam Inspirasi beribu tahun Menjadi dewa bermasa-masa Lengkung selepas bagaskara melanglang buana Penanda rindu sang pungguk merana Mengisi malam penuh dahaga Lengkungnya memudar tatkala bayang senyummu mengisi angan di malam-malam sepiku. 9:42 AM, Curtin 11 Nov 2006 -kurang dari tiga minggu lagi kita akan bertemu jika Dia memang ingin mempertemukan kita- author: [...]

Read the full article →

Romantisme Hujan

November 14, 2006

Mendekatlah sebentar… Hujan memenjarakan rasa dalam gigil Angin meronakan puitika atas tiap tetesnya bersenggama dengan bumi Taut tanganmu adalah hangat tatap dalam kerudung matamu adalah kelambu nyaman dalam imaji beradu dalam jejasjejas lebam retaknya nampan kaca di sudut siulan angin Hujan menghapus hilangkan warnawarna merah menjadi palsu hitam menjadi legam putih menjadi sebenarbenarnya hilang Mengertikah [...]

Read the full article →

Rasa yang Mana Lagi

November 10, 2006

telah kutulis sejuta puisi sebagai ungkapan rasa cintaku kepadamu namun bahasa yang mana lagi harus kususun demi meyakinkan perasaanmu? rasa yang mana lagi yang harus kuserahkan kepadamu semua telah terkubur dan membunuhku aku terdiam dan membisu di sudut sepi dingin membekukan sekujur tubuh ini setiamu yang kupinta kejujuran turut serta gelar semua rasa cinta itu [...]

Read the full article →

Menanti dalam sepi

November 10, 2006

Kemarin kulihat ia menangis dalam hening dalam diam tanpa airmata Namun kutahu ia menangis Sekarang kulihat ia telah tertawa walau masih ada luka di matanya walau masih terasa lelah di hatinya namun ia telah tertawa Kutahu ia telah pasrah Kutahu ia telah menyerah tak berdaya pada kuasa hatinya tak kuasa pada kehendak cintanya Dan kini [...]

Read the full article →

Aku, Cinta, dan Malaikatku

November 10, 2006

Teruntuk Bunda Tersayang : Maafkan kesalahan ananda Aku, Cinta, dan Malaikatku 1 Malam ini kau hadir lagi bersama keangkuhan diriku Hanya senyum tanpa interupsi Namun demi Cinta !! Kudengar kicau riuh burung pipit surga dalam lemah suaramu Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu Kurasakan gelora semesta dalam hangat senyummu Kaulah Malaikatku ?. 2 [...]

Read the full article →

Siksa

November 9, 2006

dusta jika orang mengatakan bunuh diri merupakan tanda kelemahan dan ketakutan jiwa orang yang lemah dan takut adalah mereka yang memilih segala kepedihan dan penderitaan ini, semata mata hanya untuk melarikan diri dari maut meskipun harus mnenderita dan jiwanya merana mereka bahkan masih mengharap, semua penderitaan itu akan pergi dan tak kembali lagi betapa bodohnya [...]

Read the full article →

Page 1 of 212