Sajak Orang Lapar


Puisi ini ditulis oleh pada
3 July 2006 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (32 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

Torehan puisi-puisi lainya :

    seseorang by Someone (0 comments)
    Dari semayam tangan tangan dewa bangkit kelopak kasih untuk setiap butir-butir janji dialah bernama …

    Doa Rakyat Kecil by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Ya Allah Kami hanyalah rakyat kecil yang dianggap tidak berguna, ya Allah Kami hanyalah pemilih terd …

    Anak Gunung by wizurai (0 comments)
    Sepasang mata burung awasi kami dari gunung Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung …

    Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan by katjha (0 comments)
    Hanyut dalam euphoria lantunan musik untuk menutup perjamuan hari itu, semua bubar melangkah pergi m …

    REQUIEM by Karuna (0 comments)
    duapuluh empat ekor gagak terbang ke barat bayangnya jatuh pada atap gubuk ini sedangkan semua orang …

    Untuk Apa Aku Dapat Piala by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Aku adalah duta bangsa Aku adalah wakil negara Sejuta harapan ada di pundakku Untuk meraih kemenanga …

    ” Ilahi Anta Maqsudi Waridhoka Matslubi” by ekonuryadi (1 comments)
    Diantara bait bait do’a harianku Tergenang airmata airmata rindu Terselip sesal dan ragu… Duhai Ra …

    Kolaburasi Senja Cinta by WebAdmin (0 comments)
    menatap semburat senja begitu lama kami tak jumpa kunikmati sepuasnya kutimang-timang kusayang-sayan …

    sepenggal kisah di masa lalu by WebAdmin (1 comments)
    Aku berdiri di gelapnya malam jelang dini hari Lama ku tunggu hanya untuk sekedar melambaikan tangan …

    duri senja by dewa (1 comments)
    saat waktu yang berharga telah terbuang menanti hari di ujung diri senja menyulam kenangan pun terdi …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: W S Rendra

Leave a Reply