Pagar itu Bernama Ayah

angin puting beliung telah menerpa rumahku,
kedinginanku dalam hujan tangisan,
banjirnya merobohkan tiang-tiang iman,
kenapa aku ditinggalkan?

pokok kering di halaman belakang ikut meluruh,
dihanyutkan dan dihempaskan riak gelombang,
jika saja dapatku temukan tambatan,
jika saja engkau berdiri di sana,
jika saja langit bisa bicara,
dan hanya jika saja tak ada ?

lebih baik begitu?

angin puting beliung telah menghanyutkan pagar rumahku,
aku masih terlelap dalam banjirnya,
terhempas berkelimbungan kemudian,
adakah yang bisa memberitahu padaku?
bahwa pagar itu bernama ayah!

kebajoran.baroe.23.06.06

author :? dedy – dedi@arteknpartner.com

Last 5 posts by WebAdmin


Leave a Reply

Tautan komentar adalah nofollow free.