Hai cinta ayah……
apa kabar kalian?
kalian pasti main terus ya?
kejar-kejaran kesana-kemari
repotin bunda yang nyuapin mamam kalian
Hai sayang ayah…..
disini banyak sekali ayah melihat
anak-anak seperti kalian yang terluka kepalanya
biasanya kepala mereka di perban
seperti juga anak temen ayah yang masih bayi
jadi ‘pitakan’ karena tertimpa kayu….
ada lagi yang patah kaki atau tangan
terpaksa di gips, tidak bisa bergerak banyak dan tak bisa sekolah
Sayang Ayah…..
perasaan ayah pilu sekali sekarang
disini banyak juga anak-anak yang kehilangan ayah atau bundanya
juga ada yang kehilangan keduanya….
bahkan kemarin ada anak yang jadi sebatang kara
karena selain ayah dan bunda….adiknyapun meninggal karena gempa
hampir sekeluarga mereka jadi korban
duh….perasaan ayah tak menentu saat itu …..
Sayang Ayah…..
orang-orang disini banyak yang tak punya rumah
mereka tinggal di tenda-tenda darurat
( itu kalau sudah kebagian )
dengan makan seadanya ( lebih sering makan mie instan daripada nasi )
Ada juga yang terpaksa harus di Rumah Sakit
walau tak sedikit yang terluka dan tetap di tenda
setelah kakinya yang bolong kena paku dan ketiban besi
dijahit pak dokter lapangan
Sayang…..
do’akan mereka ya…..
agar hati mereka mengkristal bagai pualam
makin bersinar meski dijatuhkan dilumpur kotor
seperti juga karang dilautan
yang tetap kokoh meski dihantam ombak menggulung geram
Sayang…..
kalau kalian jadi pemimpin kelak
ayah do’akan kalian selalu jadi orang pertama yang selalu berada disamping
mereka yang membutuhkan
yang kesusahan seperti mereka sekarang
Jangan kayak model pejabat yang suka pamer sumbangan
dan pinter kasih janji-janji juga acara seremonial
agar dipotret para wartawan
tersenyum senang karena wajahnya masuk tv
padahal masih banyak yang kesusahan
masih banyak yang merintih ….kelaparan
mengerang sedih di kegelapan
diantara tenda yang kehujanan
Jadilah pemimpin nak…..
yang hati dan jiwanya ada juga dibenak rakyatnya
sepenuhnya terpatri indah di lubuk mereka
karena memang kalian berikan seutuh-utuhnya
cinta dan pengorbanan……….
Epri…..05/06/06
Dusun Dukuh Sewon Bantul Jogjakarta
www.portalinfaq.org
author : Epri Saqib – epri_ts@…
Similar Posts:
- Kerinduan Ayah by WebAdmin (3 comments)
- Delapan bulan lebih berlalu Kehadiranmu menyertaiku keberadaanmu bagai semu Hanya harapan ingin bert …
- Hati dan perasaan.. by d_man (3 comments)
- Hati dan perasaan.. Hati.. oh…hati…. Perasaan.. oh … perasaan… Apakah ada hati pada diriku A …
- Hanya Omongan by Bradley Setiyadi (0 comments)
- Negeri kita kaya raya Alamnya subur Lautnya luas Penduduknya banyak Kekayaannya melimpah Negeri ini …
- Pejuangku by Correia (0 comments)
- “Saya menyerah… ingin pulang dan berkumpul dengan kalian sebab kudengar kalian membutuhkanku…” P …
- Merindu bidadari kecil by WebAdmin (0 comments)
- kau pasti tahu aku terpenjara di antara bulat 2 bola matamu kau pasti tahu tawa kecilmu mendera mimp …
- mengenang munir by tembeliung (0 comments)
- kubaca lagi dirimu meski tahun-tahun berlalu dan kau telah menjadi debu disekujur tulang-tulangmu ta …
- Selamat Tinggal by WebAdmin (0 comments)
- Tepatnya kini, aku seperti mengharap mati bukankah memang hidup memang untuk mati? bukankah yang dib …
- Gaun Putih Berenda by WebAdmin (0 comments)
- Ayah, bila senja menjelang nanti akan kukenakan gaun putih indah berenda-renda dan bertabur mutiara- …
- Kolaburasi Senja Cinta by WebAdmin (0 comments)
- menatap semburat senja begitu lama kami tak jumpa kunikmati sepuasnya kutimang-timang kusayang-sayan …
- TANYA SANG ANAK by WebAdmin (1 comments)
- Konon pada suatu desa terpencil Terdapat sebuah keluarga Terdiri dari sang ayah dan ibu Serta seoran …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011

