Puisi Ikranagara: BANTUL 2006

Ikranagara:
BANTUL 2006

tak ada lagi kata
tatkala bumi berguncang
amatlah kerasnya
di bantul

mata yang menatap ke atas
langit merah
puncak gunung merapi
segera berpaling ke bantul
tak juga ada kata

sungai opak terperangah
bisu
tatkala guncangan bumi
meruntuhkan rumah-rumah
serentak
bergemuruh
sang maut
merenggut nyawa
korban demi korban
bergelimpangan
di timbun reruntuhan
di bantul
di klaten
di imogiri
di panggungharjo
di trumulyo
di sleman
di yogyakarta
tak juga ada kata

diguyur hujan deras
hanya angka-angka yang tersisa
menghitung kehancuran dengan tenda pengungsian
menghitung luka dengan kapas berdarah
menghitung lapar dan dahaga dengan suara lirih
melahirkan satu kata
: ?tolong??
bersahut-sahutan dari mulut ke mulut
: ?tolong??
menerobos batas kota demi kota
: ?tolong??
merambat dari pulau ke pulau
menyeberangi samodra
: ?tolong??
membaluti seantero permukaan bumi

tatkala usailah sudah bumi berguncang
kita pun hanyalah mampu menghitung kuburan yang harus kita gali
dengan butir-butir air mata
butir-butir tasbih zikir & doa
untuk mereka yang telah berangkat mendahului
dengan kereta kencana

: ?amien??

rock creek di tepi twinbrook mei 2006

author: ikra_dc@yahoo.com

Last 5 posts by WebAdmin


2 Responses to “Puisi Ikranagara: BANTUL 2006

Leave a Reply

Tautan komentar adalah nofollow free.