PENYAIR

by WebAdmin on June 2, 2006

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.

Dia adalah seekor burung ‘nightingale’
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa.
Kemudian mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan. Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang
Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.

Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,
hidup serba sederhana dan berhati suci
Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham
Dan berjaga di keheningan malam,
Menantikan turunnya ruh

Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya

Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia
pada zamannya,
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi

Inilah penyair yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyuman
Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi
cakerawala dengan kata-kata indah
Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya

Sampai bila manusia terus terlena?
Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang
meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan??
Sampai bila manusia mengabaikan mereka? yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?

Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa? org yang sudah tiada?
dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Dan oh para penyair,
Kalian adalah kehidupan dalam? kehidupan ini:
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.

Penyair..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.

Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel…

(Dari ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

:+: Kahlil Gibran :+:

Similar Posts:

    Cemburuku pada terpidana mati by yosrizal (1 comments)
    Mati…………………………… Kata yang sebagian orang menakuti. Kata yang sebagian orang me …
    Jejak Lumpur by anjasberguna (0 comments)
    Banyak kulihat dan kudengar sibuknya manusia mencari arti hidup sesuggguhnya. Bahkan diri inipun ti …
    KASIH SAYANG DAN PERSAMAAN by WebAdmin (0 comments)
    Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu men …
    aku juga mencintaimu.. by WebAdmin (2 comments)
    aku bukanlah para pemuja-pemuja wanita seperti mereka, yang kan mengagung agungkan kecantikanmu dari …
    Dunia Akar Minus by WebAdmin (0 comments)
    Di dunia akar minus Tuhan tak lagi duduk diatas singgasananya sebagai pencipta Dengan kehendak yang …
    Ingin hidup kembali by WebAdmin (0 comments)
    Bila usiaku tidak tiba hingga esok Kuberharap masih ada kehidupan berikutnya Masa dimana aku bisa me …
    penyesalan by puisi.indonezia.net (0 comments)
    mungkin engkau merasa bahwa aku adalah manusia paling bahagia di dunia ini, yang merasakan banyak ci …
    Tuhanku by hemas_moedzz (0 comments)
    tuhanku adil,, tuhanku bijaksana,, ia beriku derita dan bahagia,, meski kadang aku bimbang… kasihn …
    Seuntai Rosario Untuk Sebuah Awal by WebAdmin (0 comments)
    Butiran doa yang merangkai sebuah harap Zikir pada setiap tarikan nafas Inilah awal dari rangkaian p …
    untuk penyair yang khilaf by puisi.indonezia.net (0 comments)
    tak sadarkah engkau? tulang tulangmu semakin rapuh, dinding kulitmu mulai mengkerut, serta pikiranmu …

Last 5 posts by WebAdmin

Leave a Comment



Previous post:

Next post: