ANAK


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2006 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

:+: Kahlil Gibran :+:

Torehan puisi-puisi lainya :

    TANYA SANG ANAK by WebAdmin (2 comments)
    Konon pada suatu desa terpencil Terdapat sebuah keluarga Terdiri dari sang ayah dan ibu Serta seoran …

    ANAK PANAH by Karuna (0 comments)
    jadi inikah semata wayang anak panahmu yang kepadaku kau persembahkan ia telah meledakledak dalam da …

    aku takut,aku menyakiti by teguh86 (0 comments)
    aku takut mencintai engkau bukan karena ku tak dapat mencintai tapi aku takut ketika cinta ini tak d …

    Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
    Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman kahyangan itu…. Ibarat bunga yang telah dipetik, dip …

    hari menjelang tenang by WebAdmin (7 comments)
    hari menjelang tenang badan ku lelah seperti di hantam godamnya sang bima kaki ku. kaki ku, bergetar …

    Anak Laki-laki Kecil yang Bisu by WebAdmin (1 comments)
    Anak laki-laki kecil itu mencari suaranya. (Raja para jangkrik yang menyimpannya.) Dalam setetes air …

    CINTA (I) by WebAdmin (12 comments)
    Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta. Dan dia mengangkatkan kepalanya dan mema …

    KASIH SAYANG DAN PERSAMAAN by WebAdmin (0 comments)
    Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu men …

    Kepada Ibu by katjha (0 comments)
    Sebuah senja Selepas hujan lebat dengan prahara kecil menyisakan suasana senja yang beku, bisu dan p …

    Selalu melangkah pada jarak dua anak panah… by BINX (0 comments)
    Selalu melangkah pada jarak dua anak panah… Berusaha mendekat dan tersampai pada alunan…. Sang R …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Khalil Gibran

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. 24 petang says:

    nice that poem

  2. Achmad Obe Marzuki says:

    Salam Budaya

    Apa kabar teman – teman, Saya sangat bangga kepada pencinta sastra. Saya sebagai orang yang baru bergabung di halaman ini mengucapkan banyak terimakasih. Kritik dan saran teman – teman sangat saya hargai. Mari Berkarya. Salam

    Achmad Obe Marzuki

Leave a Reply