Tahun Cupang Aduan

Tahun Cupang Aduan

Cukup sejentik cuk menggeliat
Untuk makan setelah terpendam dalam gelap
Selembar ketapang dan obat kuat
Agar mereka tambah kalap
Beradu cium hingga ujung nafas
Saling bunuh dalam genangan

Daya tarikmu bukan di warna
Ekor yang tak pudar silau
Kalian hanya makhluk laga
Tak perlu indah cukup nafsu purba
Rela bunuh demi sejentik cuk
Selembar ketapang dan obat kuat

Laga ! Saling pamer aduan !
Mari puaskan tuan-puan !
Tiada pesta sang juara
Cukup sejentik cuk menggeliat
Selembar ketapang dan obat kuat

Tahun ini tahun kalian
Cupang-cupang aduan
Saling bunuh dalam genangan
Bau anyir kekuasaan
Dua Ribu Sembilan

Tanggal 2 bulan 6 2009
Jakarta

Popularity: 1% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sajak alam

Begitu indahnya kehangatan dan keakraban alam

Pohon dan rumput menyambutku dengan tarian..

Aspal dan kerikil-kerikil kecil tersenyum melihatku datang…

Sentuhan hangat sang mentari,

desahan genit sang angin yang bersiul menggoda

Tatapan sang Bulan dan Bintang yang ramah menemani

Tuhan betapa Indahnya semua ini,

Izinkan aku bercekrama dengan mereka dibawah langit MU yang biru

Untuk mensyukuri setiap detik nikmat dan karunia yang telah Kau berikan..

-sajak untuk para pe touring sejati-

Popularity: 1% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

jenuh

merajut mata dari sisi dimana ia tiada..
meninggalkan kelelahaan di antara jumputan tajam sebuah hasutan..
meragu memutar lidah tuk memetik sirat dalam kekang..
ia meluruh menahan butir darah menetes dari telinga..
menenempuh kebodohan tuk ciptakan sebuah kolase..
dan meluncur deras dari kejauhan..

aku yang tersenyum karena delay yang klise..
terbahak menahan kegetiran akan surya yang tak kunjung memapah..
dari cahaya ia kan menaruh inti suara..
menggema menciptakan debu..
dan ia manusia yang tak mempunyai qiblat..
dari mana ia kan menyucikan diri..

waktu yang tersisa menyimpan air mata..
dari goyahnya nanar sebuah tatapan..

Popularity: 1% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Katanya Kau Kawan Setia

dari dunia

kuturunkan wajahku ke buku, dan kau sirna

ah, kau hebat

kehebatanmu adalah keletihanku

aku ingat raibmu tersimpan pada loncatan kucing

kelincahanmu menyelinap pergi menumbuki kepalaku

tapi dalam sepi dunia pun merindu tubrukmu

menempa kakiku jalan ke arah kota

terbelit lalulintas kabel listrik mataku

jika kau tak kunjung menyergapku

aku akan berselancar di tubuh angin saja

kupindahkan angkasa ke mataku yang silau

kusibak cahaya surya, kuraba udara, tiada kau rupanya

meluncuri dinding gedung kantor, aku turun, melamun

kau sembunyi di titik entah, ke sana langkahku sunyi

kuseret gontai langkahku, kuberi kakiku pulang

nanti di rumah akan kubilas semua kepedulian ini

akan kujemur di tali daun-daun saja, itu sikapku

tidur dalam rentang waktu pendek yang penuh sandung

aku dibangunkan oleh sengat pening di kening

aku bangkit dari kekaraman, kupakai bajuku yang lain

dan kejengkelanku pun mengecat kaca komputer

mencarimu selalu saja kudapati mataku sendiri

yang buta.

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Surat Cinta

To My Queenhearth, Hawa

Berawal dari tatapan yang sangat membiusku hingga turun ke gelak tawamu dan merekahnya senyum manismu. Aku terpesona dengan Sang Hawa satu ini. Layaknya ombak menghempaskan isi hatiku untuk menyatakan rasa di dalam relung hatiku. Tinta demi kata yang aku tuliskan, tentang rasa hatiku kepadamu, Hawa.

Terhenyak aku merasa satu panah tertuju dan menancap hingga setiap cairan darahku mengalir, tumbuh disana bunga yang bermekaran indah penuh warna-warni dan semerbak wanginya.

Kulihat Sang Dewi Cinta tertawa terbahak-bahak saat itu. Apa yang terjadi?? ternyata aku jatuh cinta dengan Hawa dan aku benar-benar tak dapat menghembuskan nafasku lagi jika tanpanya, terasa sesak, sesesak sekarat. Sebab kau adalah Hawa yang tercipta hanya untukku, Sang Adam.

Terdengar gonggongan angin memenuhi telingaku, bahkan semua yang ada dunia meneriakiku. I know what the hell is that! Memang kesempatan bercinta sejati hanya satu kali.

tentang hal itu aku dapat mempertimbangkannya…

Berpikir ku menulis, cintaku padamu. Mengapa setiap aku terjaga, di pelukan mentari indah, sangat indah, tapi aku tak menyangka ternyata itu hanya ciptaan otakku yang penuh bayanganmu.

Debaran-deguban jantungku seakan berirama, mengandung arti dan makna, hingga mungkin bibirku menjadi bantalan bagi kesenjangan ungkapan kata-kata indah untukmu.

Kau benar-benar Hawa, yang dicintai hatiku, hingga ragaku melunglai oleh getaran jiwa yang aku rasakan, kuakui aku takut dan  tak berarti jika tanpa senyum dan gelak tawamu.

aku hanya ingin kamu mengerti, setiap hembusan kalimat yang terucap, berawal dari teriakan hatiku, hingga menuntun jemariku untuk menulis kata-kata yang mungkin berarti buatmu, Aku ingin kamu tau, apa yang ingin disampaikan hati seorang manusia pertama yang diciptakan olehNya, pemilik roh dan jiwa ini.

Sesaat aku tersadar dari buaian.

Ahk… ( aku jatuh dari tempatku menulis dan menatap langit-langit kamarku ) apa yang terjadi padaku?? apa tulisan ini… Ahkkk…. ( sesaat aku terbangun dari otakku yang keras ini dan kulanjutkan…)

Suara detik berputar menyusuri masa. Aroma lilin terbakar menenangkan pikiranku, sebagaimana kejutan bulan dari balik awan, hingga kuterpesona menatapnya. Masih suara Adzan berkumandang, melantunkan pujian terhadapNya, pemilik roh dan jiwaku. Bersamaan datangnya rentetan burung samudera, seakan menyapaku, mencengkram langit senja.

Tersadar bahwa aku adalah Adam, berteman kertas dan pena, layaknya pohon merindukan bisikan angin. Terlihat memang terik panas matahari membakar kulitnya.

Tidak aku kira dan aku sangka hati kerasku, hanya karena senyuman dan hangatnya tawamu dapat mencair dan aku jatuh ke dalam alurmu.

Ku pegang gambar tubuhmu, layaknya seorang Bohemian yang menemukan kebebasan abadinya. Dan aku juga membayangkan bilamana di suatu masa dengan dirimu, damai, penuh dengan kasih putih dan kuajak kau mengelilingi bumi ini, atau perlu sejagad raya ini, agar semuanya tahu, bahwa kau tercipta hanya untukku.

Setiap kata, kalimat bahkan setiap lembaran yang kutulis ini adalah tentang suara hatiku yang sudah tak tahan lagi untuk menahan rasa cinta kepadamu.

Rasanya memang hatiku dan aku mencintaimu Hawa.

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...