by lembayung on September 8, 2010

Loading ...
dosa telah diujung jalan yang hitam tinggal mencekam.
lampu_lampu malam menyorot sekujur tubuh, ada bintik_bintik hitam lengket melengket, bercampur dengan darah yang terpantul gelisah dikulitku yang pucat.
Bunda….
sampai aku ada dalam pelukanmu air mata tercurah melanda benteng kerinduan.
kini aku terdampar sendiri.
dimalam dingin yang mengigilkan tubuh kurusku.
kutak mampu mengangkat wajah.
hanya dalam hati kuteriakkan namamu kuat_kuat.
juga kubisikkan salam dan do’a yang terindah…
Bunda……..
aku disini….
dipinggir benua sepi,
seribu tanda tak bisa menjawab,
beribu titik api memancar dalam gelap tapi duka tak pernah jua mencair.
Bunda…….
kumohon setetes do’aMu tersulur untuk diriku….
dan serahkan segala kasihMu buat daku, buat santapan dalam sunyi dan sepiku…
_salam cinta penuh kasih bwt bundaku ditanah air_
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS
by lembayung on September 8, 2010

Loading ...
Tersingkap sudah tabir rahasia gelap selama ini, ketakutan hidup yang begitu jelas merayap laksana belenggu pengikat.
Aku yang telah lama terikat dalam ruang senyap sunyiku, meratap dalam keluh gundahku, menangis dalam isak tak berpilu.
Sampai kapan kan kusimpan setiap dendam, tubuhku kaku terbungkus kenaifan, sukmaku terhempas pada relung kehampaan.
Tanpa sapa hanya seloroh jerit keakuan, tanpa cerita, hambar tak bertuan.
Aku mengadu disetiap nafas luka-luka masalalu. Aku bertanya dan terus bertanya dengan lelah leleh keringatku, masihkah ku mampu menapak hari esok yang samar lewati pintu keangkuhan….
sementara lirih sayup terdengar kumandang genta.
Berdendang larung dalam kesenyapan dan kutemui sosok yang telah lama kuabaikan.
Duhai Engkau Sang Penguasa Segala Hati….
kuingin kembali kejalanMu, bercengkrama bersamamu seperti dulu, nikmati hembusan kasih dan cintaMu agar tegar dan ikhlas diriku dalam meneruskan langkah dan gelora hidupku dikesejatianMu.